Memiliki sesosok idola atau tokoh panutan merupakan hal yang lumrah bagi setiap orang. Apalagi idola yang nyaris sempurna. Panutan atau idola itu tentu seharusnya bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi diri kita. Tapi apa jadinya jika sosok yang menginspirasi kita itu bukan hanya satu atau dua orang? Apakah akan membuat kita lebih termotivasi dan terinspirasi lagi? Sepertinya ini belum berlaku bagi seseorang yang (ternyata) belum menemukan jati diri seutuhnya.
"Wha..si teteh ini keren banget…si akang ini juga…si ini juga ternyata…eh..si itu juga lho…ini..itu..ini…itu…keren semua.."
Itu kata-kata yang mungkin sering terlontar, yang pada akhirnya membuat seseorang merasa bukan siapa-siapa, dan tidak memiliki apa-apa. Terlalu banyak sosok? Terlalu sering berjumpa dengan mereka-mereka yang hebat itu? Atau terlalu menganggap diri mereka hebat dan meng-underestimate-kan diri sendiri?
Entahlah, tapi mungkin option terakhir yang benar. Lalu pertanyaannya sekarang, MENGAPA HARUS JADI ORANG LAIN? MENGAPA TIDAK BANGGA JADI DIRI SENDIRI? Karena tidak ada yang bisa dibanggakan? Aah..tapi itu pernyataan yang terlalu jahat! Dimana apresiasi terhadap diri sendiri? Dimana rasa respect terhadap diri? Padahal itu adalah hal pokok yang harus kita punya sebelum kita menghargai dan menghormati orang lain. .
Apresiasi diri itu mahal, sangat mahal. Dan sayangnya, titik pokok tercapainya kesuksesan ini mungkin belum dimiliki oleh semua orang. Seringkali sulit percaya terhadap diri sendiri. Terlalu was-was dengan keadaan sekitar, terutama dengan pandangan orang lain terhadap kita ketika kita melakukan sebuah kesalahan, sekalipun hanya sebuah kesalahan kecil.
LALU KENAPA HARUS MENGHIRAUKAN ORANG LAIN? Toh mereka dan kita juga sama-sama sedang belajar. Ini kampus guys..! Kalau mengingat kata-kata kakak kelas saya, dia bilang, "Sungguh, kamu boleh melakukan kesalahan. Ingat, kampus ini adalah laboratorium kehidupan." Yap, laboratorium kehidupan! Dimana sangat mungkin sekali terdapat kesalahan dan kesalahan itu tentu bukan untuk diulangi, tapi untuk diperbaiki.
Manusia punya sisi negatif dan positif. Manusia bisa melakukan kesalahan dan kebenaran, bukan superman, batman, wonder woman atau sebangsa superhero lainnya yang selalu perfect..
Jadi, TAK MESTI SEMPURNA 'kan?? ^^
