Sebenernya bukan ini sih yang pengen ditulis sekarang. Sekarang tuh aku rasanya kangen banget sama suasana rumah *dasar homesicker, baru 4 hari yang lalu pulang ke rumah*, terutama kebersamaan sama aa, teteh dan upi. Kebersamaan yang ternyata kini harganya mahal. Dulu, rasanya gampang banget buat ciptain kebersamaan itu. Saking terlalu gampangnya, sampai-sampai banyak waktu yang dipakai untuk 'berantem', rebutan suatu hal, dan hal-hal mengesalkan lainnya di masa kecil kami. Tapi sekarang, waktu yang ada terlalu berharga buat dihabiskan dengan hal-hal yang ngga berguna itu. Untuk ketemu dan berkumpul full team aja butuh penantian yang ngga sebentar. Jelas aja, waktu pertemuan yang hanya sehari atau dua hari itu ngga seimbang dengan waktu menunggu yang hampir berpuluh kali lipatnya. Tapi mau gimana lagi, toh kondisi sekarang udah berubah. Udah muncul kewajiban-kewajiban baru yang butuh pengorbanan dari masing-masing kami. Mungkin disini ada pelajaran tentang bagaimana mendewasakan diri, menerima perubahan-perubahan, menghargai waktu, mengoptimalkan kualitas dari kuantitas. Walau bagaimanapun, sejauh apapun, sejarang apapun pertemuan itu, tetap ada ikatan darah antara kami yang tidak akan bisa dipisahkan oleh apapun juga. Semoga Allah selalu melindungi kami, menyatukan hati kami sebagai saudara-saudara yang rukun selamanya..aamiin...
*Tuh kan.. lagi-lagi...melankolis.. -.-'
No comments:
Post a Comment